Bleaching Gigi

Parents, siapa yang ingin giginya tampak putih? Warna gigi yang tampak cerah memang idaman ya, Parents. Bagi Sebagian kalangan, warna gigi yang cerah ini bahkan seperti menjadi kebutuhan. Tak jarang masyarakat menggunakan produk-produk kesehatan gigi seperti pasta gigi maupun obat kumur yang mengklaim dapat memutihkan warna gigi. Tak hanya itu, tindakan memutihkan gigi di dokter gigi atau biasa dikenal dengan dental bleaching, kini sudah menjadi prosedur yang popular di telinga masyarakat luas. Nah, apa saja yang perlu kita ketahui sebelum melakukan prosedur ini? Yuk kita bahas bersama-sama!

Ap aitu bleaching gigi?

Bleaching gigi adalah sebuah tindakan kedokteran gigi yang berfungsi mencerahkan warna gigi sehingga tampak lebih putih dengan mengaplikasikan bahan kimia tertentu. Pada prosedur ini, pasien bisa mendapatkan warna gigi yang tampak lebih cerah, tanpa mengambil sebagian permukaan gigi.

Bagaimana cara kerjanya?

Dokter gigi akan mengaplikasikan gel yang mengandung bahan kimia untuk mencerahkan warna gigi pada permukaan gigi. Senyawa ini akan dipecah menjadi oksigen dan air. Dalam struktur gigi. oksigen akan menghilangkan zat-zat yang menyebabkan pewarnaan gigi, sehingga menghasilkan warna gigi yang lebih cerah.

Apa saja jenis bleaching yang disediakan dokter gigi?

Terdapat dua jenis bleaching yang dapat dipilih pasien, bergantung pada ketersediaan bahan yang dimiliki dokter gigi.

  1. Home Bleaching
    Perawatan ini dapat dilakukan di rumah setelah pasien berkonsultasi dengan dokter gigi. Dokter gigi akan memberikan peralatan home bleaching yang dapat dibawa pasien, antara lain gel yang mengandung bahan bleaching gigi, dan tray atau ‘sendok’ untuk mengaplikasikan bahan bleaching pada gigi.Perawatan ini mengharuskan pasien untuk memakan bahan bleaching dalam jangka waktu tertentu setiap harinya selama beberapa minggu untuk mendapat hasil yang maksimal. Durasi perawatan sangat bergantung pada warna gigi pasien dan tingkat kecerahan yang diinginkan pasien. Perawatan ini tergolong praktis, namun membutuhkan komitmen pasien untuk melakukan perawatan sendiri di rumah.
  2. In Office Bleaching
    Sesuai dengan Namanya, perawatan ini dilakukan oleh dokter gigi di ruang praktik dokter gigi. Biasanya, prosedur ini memerlukan waktu sampai dengan 2 jam secara keseluruhan, sejak gigi dibersihkan, hingga perawatan selesai, bergantung pada tingkat kecerahan warna gigi yang diinginkan pasien.Pada perawatan ini, dokter gigi akan memasang pelindung gusi untuk pasien agar gusi tidak mengalami iritasi selama prosedur berlangsung. Setelah itu, dokter gigi akan mengaplikasikan bahan bleaching pada gigi pasien selama 15-20 menit dalam satu siklus. Kemudian, bahan bleaching akan dibersihkan, lalu bahan dipalikasikan lagi dalam beberapa siklus, hingga mencapai tingkat kecerahan yang diinginkan.

Apa saja yang perlu dilakukan sebelum bleaching?

Sebelum prosedur bleaching dilakukan, dokter gigi biasanya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada gigi pasien. Selain itu, pembersihan karang gigi dan plak juga dilakukan untuk memastikan bhan bleaching tidak terhalang oleh kotoran-kotoran pada permukaan gigi.

Apakah bleaching menyebabkan gigi terasa sakit?

Sangat normal bila selama prosedur bleaching berlangsung dan setelahnya, pasien merasa giginya menjadi lebih sensitive. Hal ini disebabkan karena paparan bahan bleaching pada gigi yang menyebabkan sensitivitas gigi bertambah. Dokter gigi biasanya akan memberikan bahan desensitasi setelah prosedur bleaching selesai. Bahan desensitasi ini dapat membantu mengurangi rasa ngilu yang dialami pasien selama prosedur berlangsung.

Berapa lama hasil bleaching dapat bertahan?

Biasanya kecerahan gigi setelah prosedur bleaching dapat bertahan dalam 18-24 bulan, namun hal ini bergantung pula pada konsumsi makanan dan pola kebersihan gigi dari pasien. Pasien dianjurkan untuk mengurangi asupan makanan dan minuman yang dapat menyebabkan pewarnaan gigi, misalnya the dan kopi, serta mengurangi kebiasaan merokok.

Memiliki gigi yang tampak putih memang idaman setiap orang ya, Parents! Namun, yang paling harus diperhatikan adalah kesehatan gigi yang harus dijaga. Karena, gigi yang putih belum tentu sehat lho! Oleh karena itu, kami tetap menyarankan untuk menjaga kebersihan gigi dengan menyikat gigi 2x sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, serta rutin control ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

Referensi:

https://www.bdbs.co.uk/patient-information.html

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4058574/

Ditulis oleh:  drg. Fathin Vania

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

For emergency cases        0858 8329 9150